“Aku menghindar bukan karena aku seorang yang penakut atau pecundang yang takut ketika aku melihat mukamu. Aku menghindar untuk menahan emosiku yang mengebu-gebu tiap aku mendengar kata-kata itu dari mulutmu. Aku menghindar juga untuk menahan hasratku memukul wajahmu sebagai pelampiasan.”
Entah mengapa mereka melakukan ini semua padaku. Apa karena aku seorang anak dari keluarga broken home? Mungkin itu benar. Sejak umurku 8 tahun kedua orang tuaku sudah berantem terus entah mengapa alasanya, aku tak tahu. Karena, pada saat itu aku seorang gadis kecil yang polos yang belum mengerti seluk beluk dunia. Aku masih inget betul pas mamah mengajakku pergi tengah malem hanya untuk menyelidik ayah di kantor . TENGAH MALAM gadis kecil yang masih seumur jagung umurku masih berkeliaran di luar rumah bersama mamahnya yang ingin menyelidiki suami yang setiap malem pulang pagi trus ...
Di situ saya tidak hbs berfikir. Kenapa ayah seperti itu ?setiap sekolah saya merasa tidak ada semangat untuk mengikuti pelajaran, bayangku kenapa ayah sejahat itu???